Difabel ; Mereka Memiliki Hak Sama Seperti Kita

trilego

Tri Lego Indah F.N. Resmi bernickname ummi kenzie sejak memiliki seorang putera bernama Al Hijr Kenzie Abdillah yang lahir pada 1 Muharram 1437 H. Mencintai dunia baca tulis sejak bisa membaca dan menulis. Menyukai dunia literasi, aktifitas sosial non profit, dan dunia anak. Sempat bergabung di komunitas kepenulisan baik online maupun offline. Mulai kembali menemukan passionnya dalam menulis sejak bertemu dengan emak rempong nan produktif di komunitas #tapisblogger baru-baru ini. Terus bergerak dalam sunyi bersama Permata-permatanya di Rumah Permata. Beberapa dlemingan, celotehan dan racaunnya pernah dimuat di Kawula Muda Parturi Batak Pos, Asahan Medan dan Harian Waspada Medan. Untuk bersapa bisa melalui social medianya di FB : Tri Lego Indah Full, Twitter: @trilego IG: trilego_ummikenzie

You may also like...

2 Responses

  1. Nisful Ardi says:

    Benar banget yang Ummi Kenzie sampaikan, upaya pemerintah terhadap kaum difabel memang kurang tepat, hanya terkesan seperti memberikan belas kasihan.
    Padahal mah pas banget yang di sampaikan di acara Kick Andy, kalau mereka itu butuh pengakuan, dan persamaan hak.

    Tapi jujur aja ya, melihat teman kita *difabel* yang kadang berkeliaran di pingir jalan dan dipasar malah membuat saya iba.

    Ya saya kadang merasa iba, ini perasaan yang gak bisa saya hindari

    Bagaimana pun saya tetap berharap, bahwa kaum kaum terpinggirkan seperti itu bisa mendapatkan hak nya. Hak sebagai manusia (mahkluk Tuhan) dan hak sebagai warga negara Indonesia.

    Btw, salam kenal
    dari Lampung Tengah

    • trilego says:

      Salah satu langkah yang paling bisa kita lakukan sebagai nondifabel dengan tetap memanusiakan mereka selayaknya manusia ya. Tidak mengucilkan dan justru mengedukasi rekan2 non difabel utk campaign disability, bahwa mereka punya hak hidup dan bergaul sama seperti kita. Nuhun kunjungannya yaaa, Mas Ardi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *